Tuesday, January 23, 2018

MAKALAH “Penyusunan karangan”

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS
PENGAJARAN MENULIS

DOSEN

M.SOLEH.,M.Pd

DISUSUN OLEH :
ADE FAHMI ALAMSYAH
ETI ERNAWATI
RUSMIATI

SEKOLAH TINGGI ILMU KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP NU INDRAMAYU

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah penyusunan karangan  ini dengan baik tanpa kurang suatu apapun. Tak lupa kami juga berterimakasih kepada Bapak M. SOLEH,  M.pd. Selaku dosen pembimbing kami dalam mata pelajaran fonologi yang sudah memberikan tugas ini.
Kami selaku penulis berharap semoga makalah ini dapat berguna dan juga bermanfaat serta menambah wawasan tentang pengetahuan kita semua tentang penyusunan karangan. Dalam pembuatan makalah ini kami sangat menyadari masih sangat banyak terdapat kekurangan dan masih butuh saran untuk perbaikannya. Oleh karena itu kami sangat berterimakasih jika ada yang sudi memberi saran dan kritiknya demi perbaikan makalah ini.
Semoga makalah yang sederhana ini bisa dengan mudah dimengerti dan dapat dipahami maknanya. Kami minta maaf bila ada kesalahan kata dalam penulisan makalah ini, serta bila ada kalimat yang kurang berkenan di hati pembaca.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.





                                                                            Kaplongan,.......................
                                                                          


                                                                            PENYUSUN


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penulisan
Mengarang adalah menyusun,mengatur,misalnya mengarang bunga,menyusun bunga-bunga menjadi kesatuan. Mengarang bahasa adalah menggunakan bahasa untuk mengutarakan sesuatu secara tertulis. Dalam hal ini,bahasa yang digunakan harus terpilih dan tersusun dengan baik. Pada hakikatnya adalah mengungkapkan atau menyampaikan gagasan dengan menggunakan bahasa tulis.gagasan itu dapat diungkapkan dengan berbagai unsur bahasa seperti dalam bentuk kalimat dan paragraf,serta dapat pula diungkapkan dalam bentuk karangan yang utuh (baca Suparno dan Yunus,2008:3.1).
1.2. Rumusan Masalah Penulisan

1.2.1.      Apa yang dimaksud dengan mengarang?
1.2.2.      Bagaimana cara menyusun karangan?
1.2.3.      Bagaimana cara pengungkapan gagasan?
1.2.4.      Bagaimana menggunakan kata yang baik dalam karangan?
1.2.5.      Bagaimana menentukan judul karangan?

1.3. Tujuan Penulisan

1.3.1.      Dapat memahami apa itu mengarang
1.3.2.      Dapat memahami cara menyusun karangan
1.3.3.      Dapat memahami cara pengungkapan gagasan
1.3.4.      Dapat menggunakan kata yang baik dalam mengarang
1.3.5.      Dapat menentukan judul karangan yang baik


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Mengarang
Pada dasarnya, istilah mengarang sama dengan istilah menulis. Hanya saja ada beberapa pendapat yang membedakan antara istilah mengarang dengan menulis. Istilah mengarang di gunakan pada penulisan karya fiksi atau nonilmiah,sedangkan istilah menulis lebih digunakan pada penulisan karya ilmiah atau bonfiksi. Istilah mengarang dan menulis dianggap sama Karena sama-sama bertujuan menyampaikan pikiran,gagasan,angan-angan,dan perasaan dalam bentuk tulisan yang bermakna.
Menurut Widyamartaya, dkk.(1984:3), mengarang adalah suatu proses kegiatan berpikir manusia yang hendak menggunakan kandungan jiwanya kepada orang lain atau diri sendiri pada tulisannya. Pada dasarnya,arti kata mengarang adalah menyusun,mengatur,misalnya mengarang bunga,menyusun bunga-bunga menjadi kesatuan. Mengarang bahasa adalah menggunakan bahasa untuk mengutarakan sesuatu secara tertulis. Dalam hal ini,bahasa yang digunakan harus terpilih dan tersusun dengan baik.
Mengarang pada hakikatnya adalah mengungkapkan atau menyampaikan gagasan dengan menggunakan bahasa tulis.gagasan itu dapat diungkapkan dengan berbagai unsur bahasa seperti dalam bentuk kalimat dan paragraf,serta dapat pula diungkapkan dalam bentuk karangan yang utuh (baca Suparno dan Yunus,2008:3.1).
Berdasarkan pemaparan tentang mengarang seperti yang telah dipaparkan di atas,dapat dikatakan bahwa mengarang adalah proses pengungkapan gagasan,ide,angan-angan,dan perasaan yang disampaikan melalui unsur-unsur bahasa (kata,kelompok kata,kalimat,paragraf,dan wacana yang utuh) dalam bentuk tulisan.

2.2. Penyusunan Karangan
Penyusunan karangan adalah tahap kegiatan yang perlu dipelajari dalam rangka mewujudkan karangan. Ada dua kemampuan yang harus diperhatikan, yaitu kemampuan menyusun draf karangan yang utuh dan kemampuan menyunting (editing) karangan. Kedua kemampuan itulah yang yang menjadi fokus dalam kegiatan menyusun karangan(Suparno, dkk,2006:3.31).
Langkah-langkah yang ditempuh dalam menyusun karangan adalah sebagai berikut:
2.2.1        Menentukan Tema,Topik, dan Judul
Tema adalah pokok persoalan,permasalahan,atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan, sedangkan topik adalah pokok persoalan atau hal yang dikembangkan atau dibahas dalam karangan. Sedangkan,judul adalah kepala karangan atau nama sebuah karangan.
Meskipun ada beberapa pakar bahasa yang menyamakan pengertian antara tema dan topic,tetapi diantara memiliki perbedaan yang mendasar. Perlu diketahui bahwa tema itu masih bersifat umum, sedangkan topic bersifat khusus. Oleh karena itu, agar karangan dapat disusun secara fokus dan tidak meluas kemana-mana,topic karangan yang dipilih haruslah spesifik.
Dalam memilih tema (Widyamartaya,1984), hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
a.       Jangan mengambil tema yang bahasanya terlalu luas.
b.      Pilih tema yang kita sukai dan kita yakini dapat kita kembangkan.
c.       Pilih tema yang sumber atau bahan-bahannya dapat dengan mudah kita peroleh.

2.2.2.      Mengumpulkan Bahan
Setelah mengumpulkan tema, perlu ada bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan.

2.2.3.      Menyeleksi Bahan
Perlu dipiih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. Polanya melalui klasifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis. Beberapa petunjuk dalam menyeleksi bahan, yaitu:
a.       Catatan hal penting semampunya.
b.      Jadikan pembaca sebagai kebutuhan.
c.       Banyak diskusi, dan mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah.

2.2.4.      Membuat Kerangka Karangan
Kerangka karangan menguraikan tiap topic atau masalah menjadi beberapa masalah.yang lebih fokus dan terukur.
Kerangka merupakan catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.
Tahap menyusun kerangka karangan adalah sebagai berikut:
a.       Mencatat gagasan;
b.      Mengatur urutan gagasan;
c.       Memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab;
d.      Membuat kerangka karangan;

2.2.5.      Mengembangkan Kerangka Karangan
Beberapa tahapan dalam penyusunan karangan yang harus dijalani yaitu:
a.       Memilih topik dan tema;
b.      Mengumpulkan data / informasi;
c.       Mengatur strategi penempatan gagasan;
d.      Menulis karangan itu sendiri;

Menurut finoza (2008),kerangka karangan mengandung rencana kerja dalam menyusun karangan. Kerangka akan mengarahkan penulis menganggap karangan  secara teratur. Dalam hal ini,penyusun karangan merupakan kegiatan penulisan draf karangan.

Penulisan  draf merupakan aktifitas yang di mulai dengan menata butir-butir gagasan dilakukan secara hierarkis untuk menempatkan sifat hubungan antar komponen tulisan. Penulisan draf juga merupakan aktivitas menyusun kerangka secara utuh.
Langkah-langkah penulisan draf karangan adalah sebagai berikut:
a.       Membaca kartu catatan;
b.      Mempertimbangkan semua materi yang sudah diperiapkan;
c.       Mempertahankan kerangka tulisan;
d.      Mengelompokkan bahan-bahan dan catatan bahan tulis berdasarkan topik dan menempatkan kelompok-kelompok bahan tulisan itu dalam kerangka tulisn;
e.       Menuliskan draf kasar tulisan.

2.3.      Pengungkapan Gagasan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengungkapkan gagasan dalam sebuah karangan adalah sebagai berikut:
1.      Pengungkapan gagasan tidak selalu bersifat verbal,yakni pengungkapan dengan kata,frase,kalimat,dan untaian kalimat,tetapi dapat juga bersifat visual.
2.      Pengungkapan visual itu berwujud tampilan-tampilan visual.
3.      Hal yang perlu dipertimbangkan dalam menggunakan tampilan visual dalam karangan,yaitu;
a)      Tampilan visual berfungsi sebagai materi suplemen terhadap tampilan visual.
b)      Tampilan visual itu senantiasa menjadi bagian integral teks.
c)      Tampilan visual yang mengganggu tampilan verbal perlu dihindari.

Dalam menyusun karangan ada beberapa hal yang harus diperhatikan,yaitu:
1.      Usahakan kalimat-kalimat yang pendek
2.      Pilihlah kalimat yang sederhana dari pada yang rumit
3.      Pilihlah kata umum yang dikenal
4.      Hindari kata-kata yang tidak perlu
5.      Berikan tindakan dalam kata-kata kerja
6.      Menulislah seperti anda bercakap-cakap
7.      Pakailah istilah-istilah yang dapat menggambarkan perkataan yang konkret lebih jelas bagi pembaca dari pada perkataan yang abstrak
8.      Kaitkan dengan pengalaman pembaca
9.      Manfaatkan sepenuhnya keanekaragaman karangan
10.  Mengaranglah untuk mengungkapkan,bukan untuk mengesankan.

2.4.      Pemakaian Kata
         Pada dasarnya, pemakaian kata dalam sebuah karangan/tulisan harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:
1.      Hendaknya dihindari pemakaian kata atau frase tutur dan kata atau frase setempat kecuali bila sudah menjadi perkataan umum.
2.       Hendaknya dihindari pemakaian kata atau frase yang telah usang atau mati.
3.      Hendaknya kata atau frase yang bernilai rasa digunakan secara cermat,sesuai dengan suasana dan tempatnya.
4.      Hendaknya kata-kata sinonim dipakai secara cermat pula karena kata-kata sinonim tidak selamanya sama benar arti pemakaiannya.
5.      Hendaknya istilah-istilah yang sangat asing bagi umumtidak dipakai dalam karangan umum.
6.      Hendaknya dihindari pemakaian kata asing atau kata daerah bila dalam bahasa Indonesia sudah ada kaitannya,jangan menggunakan kata asing hanya Karena terdorong untuk bermegah dan berbahasa tinggi.
7.      Untuk memperkecil banyaknya kata kembar dan kata bersaingan,dan untuk menghindari beban atau pemberat yang tidak perlu dalam pemakaian bahasa,sebaiknya dipedomani kelaziman dan ketentuan ejaan.

Dalam menyusun kalimat,seorang penulis harus memperhatikanhal-hal sebagai berikut:
1.      Gunakanlah kalimat-kalimat pendek
2.      Gunakanlah bahasa biasa yang mudah dipahami orang
3.      Gunakan bahasa sederhana dan jernih pengutaraannya
4.      Gunakan bahasa tanpa kalimat majemuk
5.      Gunakan bahasa padat dan kuat
6.      Gunakan bahasa positif,bukan negative (Anwar,1984)

2.5.      Judul  Karangan
Judul karangan pada dasarnya adalah perincian atau jabaran dari topik karangan. Judul merupakan nama yang diberikan untuk sebuah pembahasan atau karangan. Judul berfungsi sebagai selogan promosi untuk menarik minat pembaca dan sebagai gambaran isi karangan. Judul lebih spesifik dan sering menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas. Judul yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1.      Relevan;
2.      Provokatif;
3.      Singkat;
4.      Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frase

Secara umum terdapat model perumusan judul karangansebagai berikut:
1.      Membatasi pokok soal yang akan dibicarakan.
2.      Menentukan suatu tesis percobaan.
3.      Mencari di perpustakaanjudul-judul buku dan artikel yang membicarakan topik yang telah dipilih dan dibatasi.
4.      Mengumpulkan/meminjam buku-buku dan bacaan yang lain yang akan dipakai sebagai sumber.
5.      Mencatat tiap judul buku/bacaan pada sebuah kartu biografi.

BAB III
SIMPULAN

Mengarang adalah proses pengungkapan gagasan,ide,angan-angan,dan perasaan yang disampaikan melalui unsur-unsur bahasa (kata,kelompok kata,kalimat,paragraf,dan wacana yang utuh) dalam bentuk tulisan. Ada dua kemampuan yang harus diperhatikan dalam menyusun karangan, yaitu kemampuan menyusun draf karangan yang utuh dan kemampuan menyunting (editing) karangan. Judul karangan pada dasarnya adalah perincian atau jabaran dari topik karangan.

DAFTAR PUSTAKA

Dalman,H.Ketrampilan Menulis.JAKARTA: Rajawali Pers, 2016


No comments:

Post a Comment

Naskah Drama "Balada Saridin"

Pemain : 1.       Saridin 2.       Aisyah 3.       Sari (teman Aisyah) 4.       Siti (teman Aisyah) 5.       Ayah Aisyah 6.  ...