Tuesday, January 23, 2018

M A K A L A H “Menulis Makalah”

Mata Kuliah: Menulis

Dosen Pengampu: M. Sholeh, M.Pd.
Disusun oleh :
1.      Depi Widayanti
2.      Dewi Dwi yanti
3.      Ibnu Mubarok
4.      Ikhwatun Nafisah
5.      Rudiyanto
6.      Siti Fatonah
7.      Wasiri

SEMESTER 3
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
NAHDLATUL ULAMA INDRAMAYU
(STKIP NU INDRAMAYU)
2017
Jalan Raya Kaplongan No. 28 Karangampel Indramayu

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan judul “Menulis Makalah”
Adapun makalah ini merupakan syarat untuk menambah pengetahuan tentang mata kuliah “Menulis”. Kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dan mendidik untuk perbaikan selanjutnya. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pembacanya. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Indramayu,    Desember 2017

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Penulisan
Pembuatan makalah merupakan suatu hal yang tidak asing lagi dikalangan mahasiswa yang sedang menempuh kuliah. Pada dasarnya memang banyak tugas kuliah yang menjadi beban bagi mahasiswa dan tidak menutup kemungkinan tugas-tugas yang selalu muncul pada setiap mata kuliah adalah membuat makalah.  Kegiatan “Membuat Makalah” merupakan salah satu dari beberapa bentuk ekspresi mahasiswa dalam upaya melestarikan tradisi intelektual akademik. Sayangnya, tidak sedikit dari kita yang mengeluh jika “Membuat Makalah” itu sulit, ribet, banyak aturan, dan masih banyak alasan lain yang sebenarnya bisa kita carikan solusinya.
Makalah merupakan salah satu jenis dari karya ilmiah atau karangan ilmiah. Artinya, sebagai karangan ilmiah, makalah memiliki sifat obyektif, berdasarkan fakta, sistematis, dan logis. Oleh sebab itu penulisan makalah harus sesuai aturan-aturan yang berlaku dan harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam penyusunan sebuah makalah.
Banyaknya aturan-aturan yang ada dalam pembuatan makalah, kadang membuat seorang mahasiswa merasa kesulitan dalam pembuatan makalah. Ada juga yang membuat makalah hanya sebagai unsur keterlibatan saja, yang artinya membuat makalah hanya asal-asalan saja yang penting mengumpulkan karya tulis. Hal tersebut sangat tidak patut dilakukan oleh mahasiswa sebagai kaum terpelajar. Oleh karena itu, hal seperti itu harus segera diminimalisir agar tidak menjadi kebiasaan seorang mahasiswa.






1.2  Rumusan Masalah Penulisan
Dari latar belakang yang sudah dipaparkan di atas, maka penulis mempunyai beberapa rumusan masalah, yaitu sebagai berikut.
1.      Apa pengertian makalah ?
2.      Bagaimana ciri-ciri makalah ?
3.      Apa saja jenis-jenis makalah ?
4.      Bagaimana cara menyusun sebuah makalah ?
5.      Bagaimana koreksi akhir dari sebuah makalah ?
6.      Bagaimana sistematika penulisan sebuah makalah ?
7.      Bagaimana teknik kutipan yang baik di sebuah makalah ?
8.      Bagaimana format kutipan dari sebuah sumber yang dimasukkan ke sebuah makalah ?

1.3  Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah yang sudah dipaparkan di atas, maka penulis mempunyai beberapa tujuan penulisan makalah ini, yaitu sebagai berikut.
1.      Mengetahui pengertian makalah.
2.      Mengetahui ciri-ciri makalah.
3.      Mengetahui jenis-jenis makalah.
4.      Mengetahui cara menyusun sebuah makalah.
5.      Mengetahui koreksi akhir dari sebuah makalah.
6.      Mengetahui sistematika penulisan sebuah makalah.
7.      Mengetahui teknik kutipan yang baik di sebuah makalah.
8.      Mengetahui format kutipan dari sebuah sumber yang dimasukkan ke sebuah makalah.





BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Makalah
            Pada dasarnya, makalah merupakan tulisan yang berisikan prasaran, pendapat yang turut membahas suatu pokok persoalan yang akan dibacakan dalam rapat kera, simposium, seminar, dan sejenisya. Istilah makalah itu sendiri terkadang dikaitkan dengan karya tulis dikalangan siswa/mahasiswa, yani segala tugas tertulis yang berhubungan dengan bidang studi, hasil pembahasan atau tlisan tentang suatu persoalan (Ekosusilo dkk, 1991: 145).
            Menurut Tanjung (2000: 7), makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif. Makalh ditulis untuk memenuhi tugas terstruktur yang diberikan oleh dosen atau ditulis atas inisiatif sendiri untuk disajikan dalam forum ilmiah. Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa makalah merupakan karya tulis ilmiah yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara runtut dan sistematis dengan disertai analisis yang logis dan obektif.
            Pada dasarnya salah satu tujuan pokok penulisan makalah adalah untuk meyakinkan pembaca bahwa topik yang ditulis dengan dilengkapi penalaran logis dan pengorganisasian yang sistematis memang perlu untuk diketahui dan diperhatikan. Adapun format penulisan makalah secara umum terdiri atas :
2.1.1 Bagian Awal Makalah
            Bagian awal makalah berisi tentang judul, nama penulis, lembaga, dan keterangan untuk apa makalah ditulis. Makalah yang ditulis untuk suatu tugas perkuliahan biasanya mencantumkan uga nama dosen dan mata kuliah yang ditempuh. Keterangan ini ditempatkan dihalaman sampul. Bagian awal makalah biasanya juga dilengkapi dengan daftar isi atau daftar gambar jika ada.

2.1.2 Bagian Inti Makalah
            Secara umum, bagian inti makalah dikembangkan ke dalam tiga bagian: (1) pendahuluan, biasanya memuat latar belakang penulisan makalah, topik yang diangkat dalam makalah, dan tujuan penulisan makalah; (2)pembahasan, berisitentang uraian dan analisis mengenai topik yang dibahas, bagian ini delengkapi dengan kajian teori atau fakta-fakta empiris yang menunjukan signifikasi topik yang dibahas: (3) penutup, berisi kesimpulan, saran jika ada.
2.2.3. Bagian Akhir Makalah
            Bagian akhir makalah berisi daftar rujukan dan lampiran jika ada. Daftar pustaka dapat berupa buku, jurnal ilmiah, majalah, surat kabar, atau situs internet (Website), dan lain-lain.penulisan daftar pustaka harus taat terhadap aturan yang ada pada buku EYD atau penulisannya dapat juga merujuk pada pedoman penulisan karya ilmiah yang dikeluarkan oleh lembaga atau instansi masing-masing baik secara nasional maupun internasional. Lampiran, jika ada dapat berupa data verba dan data visual.

2.2  Ciri-ciri Makalah
            Secara umum, makalah yang baik ( berkualitas tinggi memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut.
1.      Akurat dan menyeluruh (Comprehensive)
      Artinya, makalah tersebut menyajikan fakta dan gagasan secara akurat, dan membahas masalahnya secara lengkap dan tuntas.

2.      Memiliki sumber informasi yang baik
      Makalah yang baik mengakui sumbangan penulis lain yang karyanya tentang topik itu telah diterbitkan. Makalah sebaiknya menggunakan sumber informasi yang beragam (semakin banyak semakin baik).

3.      Seimbang
      Ini berarti bahwa makalah tersebut membahas fakta, gagasan, dan sudut pandang yang dibicarakan secara objektif, dan simbang dengan memerhatikankekuatan dan kelemahan masing-masing.

4.      Kreatif
      Dalam membuat makalah yang berkualitas fakta-fakta itu ditata, dianalisis, dipadukan, dan digunakan secara dasar kesimpulan dengan cara yang inovatif, kreatif, dan orisional.

5.      Secara teknis, penulisanya benar
      Ini berarti bahwa makalah tersebut terbebas dari kesalahan gaya bahasa, tata bahasa, tanda baca, penggunaan kata, dan ejaan.

6.      Tertata dengan baik
      Ini berarti bahwa makalah tersebut memiliki tujuan yang jelas. Dalam makalah yang berkualitas, materinya ditata secara logis, dengan kata-kata yang baik di antara bagian-bagianya.

2.3  Jenis-jenis Makalah
            Berdasarkan sifat dan jenis penalaran yang digunakan makalah dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1.      Makalah deduktif adalah makalah yang menggunakan metode berpikir dengan cara menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Makalah deduktif merupakan makalaha yang penulisnya didasarkan pada kajian teoretis yang relevan dengan masalah yang dibahas.
2.      Makalah induktif adalah makalah yang menggunakan metode berpikir dengan cara bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Makalah induktif  merupakan makalah yang disusun berdasarkan data empiris yang diperoleh dari lapangan serta relevan dengan masalah yang dibahas.
3.      Makalah campuran merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoritis digabung dengan data empiris yang relevan dengan masalah yang dibahas.
Dalam pelaksanaanya, jenis makalah pertama merupakan jenis makalah yang paling banyak digunakan. Selanjutnya, dari segi jumlah halaman, makalah dapat dibedakan menjadi makalah panjang dan pendek. Makalah panjang memiliki jumlah halaman lebih dari 20 halaman, sedangkan makalah pendek kurang dari 20 halaman.
Menurut Soegandar  dalam http://www.scribd.com), jenis-jenis makalah dibedakan menjadi:
1.      Makalah Ilmiah
Makalah ilmiah pada umumnya dipakai bagi karya tulis hasil studi yang berisi masalah dan pembahasan.
2.      Makalah Kerja
Makalah kerja pada umumnya dibaca pada seminar makalah kerja disampaikan dalam bentuk argumentasi dalam suatu hal penelitian.
3.      Makalah kajian
Istilah ini dipakai untuk karya tulis ilmiah yang merupakan saran pemecahan suatu masalah yang kontroversial tanpa maksud untuk dibaca dalam suatu seminar.

2.4  Cara Menyusun Makalah
Menurut Madyo Ekosusilo (1991:146) agar makalah tersususn secara sistematis maka harus diperhatikan hal-hal yang terkait dengan penyususnan makalah tersebut. Permasalah itu adalah bagaimana cara menyusun pola pikir, mengumpulkan dan mengolah data, penulisan makalah, dan penelitian akhir makalah.
1.      Menyusun pola pikir
Untuk dapat menyusun pola pikir yang baik, maka kita harus memperhatikan hal-hal berikut :
a.       Mengenali persoalan
b.      Menentukan tujuan dan ruang lingkup
c.       Menentukan kepada siapa makalah disajikan
2.      Pengumpulan bahan dan pengolahan data
Untukdapat menyusun makalah dengan baik, maka kita harus mengumpulkan bahan-bahan referensi untuk mendukung argumentasi yang kita susun dalam makalah. Bahan ini dapat diperoleh lewat buku-buku, majalah, surat kabar, bulletin, hasil penelitian dan sebagainya. Bahan yang dipilih hwndaknya mendukung judul yang kita ajukan, jangan sebaliknya tidak memiliki kaitan langsung dengan makalah yang kita buat setelah bahan-bahan terkumpul maka bahn atau materi tersebut kita olah dengan daya penalaran kita.
3.       Penulisan makalah
Pada tahap penulisan ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh penulis naskah, yakni :
a.       Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
b.      Gunakan kalimat yang efektif, sehingga mudah dicerna oleh pembaca
c.       Uraian materi hendaknya berkoherensi
d.      Pembahasan singkat, jelas, tegas dan jangan sampai bertele-tele
e.       Hindarkan kata-kata yang bombastis yang hanya akan mengaburkan isi makalah.

2.5  Koreksi Akhir Makalah
Sebelum makalah ditampilkan, sebaiknya diadakan koreksi ulangterhadap makalah yang disusun guna penyempurna makalah. Tujuan dari koreksi ulang ini adalah untuk mendapatkan hasil yang objektif sebesar-besarnya. Dalam hal ini, isi makalh tersebut harus dibaca ulang. Apabila terjadi kesalahan sebaiknya diperbaiki.oleh sebab itu, pada bagian ini merupakan tahap perevisian dan penyuntingan. Tahap ini dikenal juga dengan tahap penghalusan agar makalah yang akan disampaikan menjadi makalah yang berkualitas. 

2.6  Sistematika Penulisan Makalah
            Menurut Zaenuddin (2004: 114-125), format penulisan makalah secara umum terdiri atas:
1.      Bagian Awal Makalah
Bagian awal makalah berisi tentang:
a.       Lembar Judul
Pada bagian ini memuat:
1)      Judul Makalah
2)      Nama, NIM,NPM
3)      Nama dan tempat perguruan tinggi dan keterangan untuk apa makalah ditulis
4)      Tahun
b.      Kata Pengantar
Kata Pengantar belum termasuk bagian bab pendahuluan, oleh karena itu penempatannya harus di luar tubuh tulisan.
c.       Daftar Isi
Daftar isi merupakan kerangka tulisan yang terperinci yang telah ditulis, mulai kata pengantar sampai dengan Indeks, daftar isi diletakan pada halaman baru setelah Kata Pengantar.
d.      Daftar Gambar
e.       Daftar Tabel
2.      Bagian Inti Makalah
Bagian inti makalah berisi tentang:


a.       Pendahuluan
Pendahuluan merupakan bagian dari makalah yang berusaha mengantar pembaca ke arah pokok permasalahan yang disajikan, maka pendahuluan harus berisi penjelasan yang singkat mengenai pokok persoalan dan bukan berisi pendapat atau argumentasi. Hal-hal yang perlu diperhatiakan dalam pendahuluan ini adalah sebagai berikut:
1)      Umum
2)      Maksud dan Tujuan
3)      Pendekatan
4)      Ruang lingkup
5)      Pengertian-pengertian
6)      Tata urutan
Keenam butir yang telah disebutkan di atas merupakan rambu-rambu isi dari pendahuluan.
b.      Permasalahan
Permasalahan merupakan kesulitan yang ingin dipecahkan manusia, atau kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan.
c.       Pembahasan
Pembahasan merupakan isi dari makalah, berupa uraian yang relevan dengan ruang lingkup, uraian yang membahas pemecahan masalah sesuai dengan isi topik. Untuk memperjelas permasalahan, penulis makalah dapat memperjelas uraiannya dengan menggunakan contoh-contoh.

d.      Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan disesuaikan dengan kajian masalah yang telah dikemukakan. kesimpulan hendaknya dibuat secara sederhana dan sistematis, sehingga pembaca dapat memahami isi makalah dengan mudah.
e.       Penutup
Penutup merupakan bab atau bagian paling akhir dari suatu makalah.
3.      Bagian Akhir Makalah
Bagain akhir makalah berisi daftar rujuakan dan lampiran jika ada.
a.       Daftar Pustaka
Daftar pustaka berisi semua sumber kepustakaan yang dipergunakan dalam penulisan.sumber pustaka ini dapat berupa acuan dalam penulisan makalah baik dari buku, surat kabar, internet dan sumber tertulis lainnya.
b.      Lampiran-lampiran
Lampiran atau sering disebut appendiks biasanya disusun setelah daftar pustaka dan sebelum indeks dengan memberikan tulisan ‘lampiran’, nomer urut lampiran, dan judul lampiran.

2.7  Teknik Kutipan
Menurut Ekosusilo, ddk. (1991:37), kutipan berfungsi sebagai pendukung makalah. Teknik kutipan dapat dilakukan melalui kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
1.              Kutipan Langsung
Yang dimaksud dengan kutipan langsung adalah kutipan dari buku atau tulisan yang harus sama dengan aslinya baik dengan susnan kata-katanya maupun tanda bacanya. Kutipan yang panjangnya lima naris atau lebih, diketik sampai 1 dengan mengosongkan lima ketik dari garis batas/margin sebelah kiri dengan tidak diberi tanda kutip.
Contoh :
Menurut sunarto, dalam bukunya berjudul perpajakan (2002:46), yang dengan objek pajak adalah penghasilan yaitusetiap tambahan kemampuan ekonomis diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari indinesia maupun dari luar Indonesia, yang dapatdi pakai untuk konsumsi atau utuknmenambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun.
2.           Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung adalah kutipan dengan mengambil pendapat/urulan dari buku/sumber lain yang penyajiannya dengan bahasa sendiri.
Contoh : sehingga ada tiga kategori pembagian barang dan jasa menurut hubungannya, yaitu barang komplementer, barang subtitusi, dan barang bebas (james, 2001).

2.8    Format Kutipan
Pada umumnya, format dasar suatu kutipan terdiri atas (Penulis, tahun) atau (para penulis, tahun). Sebagai contoh, (Brackman, 1980) atau (Gonick & Wheels, 1983). Dalam menulis kata penghubung untuk dua pakar yang dikutip dalam suatu sumber, kebanyakan editor lebih suka menggunakan tanda “&” daripada kata “dan”. Berikut ini adalah beberapa penyempurnaan dan pengecualian atas prinsip dasar di atas.

1.      Apabila ada lebih dari dua penulis, anda hendaknya menggunakan “et.al.” Contoh, (Barkow, et.al., 1992).
2.      Untuk menyetir beberapa sumber fakta atau gagasan, letakkan semuanya dalam tanda kurung yang sama dan pisahkan masing-masing dengan tanda titik-koma.urutan sumber itu berdasarkan tanggal penerbitannya dan secara alfabetis bila ada dua sumber yang bertahun penerbitan sama. Contoh, (Darwin, 1872;Andrey, 1996; Williams, 1996; Carey 1982).
3.      Ketika menyetir dua atau lebih karya tulis dari seorang penulis, sebutkan nama penulis itu sekali saja dan pisahkan tahun penerbitan karya itu dengan koma.Contoh, Barkow, 1973, 1978, 1989; Leslie, 1987, 1988).
4.      Nomor halaman biasanya tidak digunakan kecuali untuk kutipan langsung. Contoh, (Hooton, 1935: 113-114).
5.      Apabila menyebutkan nama penulis di dalam teks makalah, sertakan hanya tahun penerbitannya saja, sesudah namanya. Contoh, Conroy (1997).

Format penulisan karya ilmiah berbeda dengan masing-masing institusi, namun pada intinya format yang berbeda itu bukan berarti tidak ilmiah karena memiliki tujuan yang sama. Jadi, isi tulisannya tetap ilmiah, meskipun formatnya berbeda. Dalam hal ini buku-buku yang perlu dijadikan rujukan dan perlu dikuasai oleh semua penulis adalah buku EYD, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia.


  

BAB III
PENUTUP
3.1    Simpulan
Dari masalah yang dibahas di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa pembuatan makalah harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku karena makalah merupakan suatu karya tulis ilmiah. Oleh karena itu pembuatan kerangka makalah harus di perhatikan dengan seksama mulai dai pembuatan judul sampai dengan daftar pustaka.
Makalah yang bagus harus memenuhi semua sifat-sifat dari penulisan karya tulis ilmiah seperti memiliki sifat obyektif, tidak memihak, berdasarkan fakta, sistematis, dan logis.

3.2   Saran
Dalam membuat makalah yang baik seorang penulis harus memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku yang memenuhi dari sifat-sifat sebuah karya tulis ilmiah berupa makalah seperti yang di sebutkan di atas.
Untuk membuat makalah yang baik, penulis selain harus memperhatikan kerangka makalah yang harus benar, tetapi juga penulis harus memperhatikan apa yang akan di tuliskan dalam makalahnya agar makalah tersebut dapat bermanfaat bagi penulis dan pembacanya.

DAFTAR PUSTAKA
Dalman. 2016. Keterampilan Menulis. Jakarta:Raja Grafindo Persada.

No comments:

Post a Comment

Naskah Drama "Balada Saridin"

Pemain : 1.       Saridin 2.       Aisyah 3.       Sari (teman Aisyah) 4.       Siti (teman Aisyah) 5.       Ayah Aisyah 6.  ...