Tuesday, January 23, 2018

MAKALAH “Penerapan RPP dalam Proses KBM”

Mata Kuliah: Pengajaran Berbicara
Program Studi / Semester: PBSI / 3 A
Dosen Pengampu: H. Zaenal Abidin, M.Pd

Diajukan untuk Memenuhi Tugas UAS

Disusun oleh:
Rudiyanto

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
NAHDLATUL ULAMA INDRAMAYU
(STKIP NU INDRAMAYU)
2018 

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur  saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT  yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada saya, sehinga saya mendapatkan petunjuk, kekuatan, dan kesabaran agar dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan judul “Penerapan RPP dalam Proses KBM”.
Dalam penyusunan makalah ini, saya menyadari masih banyak kekurangan dan jauh dari  kesempurnaan. Oleh karna itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dan mendidik untuk perbaikan selanjutnya. Saya berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pembacanya. Terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Indramayu,   Januari 2018

        Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang Masalah
Pendidikan bukanlah suatu hal yang baru di negara kita. Sukses atau tidaknya, maju atau mundurnya suatu negara itu bisa dilihat salah satunya dari sektor pendidikan. Dengan adanya pendidikan, diharapkan dapat menciptakan generasi-generasi yang berpendidikan atau berkarakter. Namun demikian, meskipun dunia pendidikan sudah bukan hal yang asing, sampai sejauh ini masih banyak kendala-kendala atau masalah-masalah yang dihadapi. Masalah-masalah yang ada tersebut muncul dari beberapa faktor, di antaranya yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal bisa dari lingkungan, seperti kondisi atau keberadaan sekolah tersebut. Faktor internal bisa dari kondisi murid atau siswa yang bermacam-macam karakter.
Kondisi sekolah merupakan faktor yang mendukung keberhasilan dari suatu pendidikan. Sekolah yang dibangun di lingkungan perkotaan akan terlihat suasana yang bersih, rapih, indah, tertib, dan nyaman. Dari segi fasilitas pendidikan yang ada, di kota fasilitas pendidikannya lebih mudah didapatkan daripada fasilitas pendidikan yang ada di desa. Dari penampilan siswapun, lingkungan di perkotaan siswa berpenampilan bersih, rapih, dan wangi. Berbeda dengan sekolah yang ada di desa, tidak sedikit siswa yang berpakaian kurang rapih, bajunya kusut, rambut tidak disisir, dan lain-lain.
Kondisi sekolah yang saya datangi kali ini terletak di Desa Kapringan, Kecamatan Krangkeng. Lingkungan di sekitar sekolah ini adalah lingkungan pertanian atau sawah. Jadi, mayoritas murid di sini adalah anak petani. Meskipun sekolah ini terletak di ujung desa, yang jauh dari pusat keramaian maupun jalan raya, tapi semangat dari siswa sungguh sangat perlu diacungi dua jempol. Mereka sangat antusias dalam belajar. Hal ini bisa terlihat ketika saya memasuki ruangan kelas, mereka sudah menyiapkan alat tulis dan buku yang mereka gunakan untuk belajar. Hal ini menandakan bahwa mereka sangat siap untuk belajar dan menerima ilmu dari guru yang menyampaikan materi.
SMP Negeri 2 Krangkeng, meskipun sekolahnya berada di pelosok, tapi kebersihan dan kerapihan sekolah ini tidak kalah dari sekolah yang ada di pinggiran jalan raya atau kota. Suasananya sangat nyaman untuk belajar, kerapihan dan kebersihannya sangat terjaga. Tidak terlalu banyak sampah yang berserakan, mungkin hanya sampah-sampah kecil saja seperti daun dan bungkus permen. Hal ini menunjukkan kalau sekolah di desa atau di pelosok tidak kalah saing dan tidak mau tertinggal dengan sekolah yang ada di pinggir jalan raya atau pusat keramaian.
Selain kondisi sekolah, kondisi gurupun ikut mendukung berhasil atau tidaknya suatu pendidikan. Karena pada dasarnya, guru juga merupakan faktor yang paling penting dalam dunia pendidikan. Selain itu, guru juga yang berperan dalam proses pendidikan karakter siswa di sekolah. Karena tugas guru bukan hanya mengajar dan memberikan materi, tapi juga mendidik.
Dalam kesempatan kali ini, saya berusaha menjadi seorang guru untuk memberikan materi di Kelas VII C. Saya memang masih mahasiswa semester 3, tapi saya akan berusaha menyampaikan materi dari RPP yang sudah saya siapkan. Sebelumnya saya belum pernah memberikan materi internal atau materi pokok yang ada di kelas. Saya hanya berbekal pengalaman saya sebagai Dewan Pembantu Pembina Pramuka di salah satu SD dan SMP. Dari pengalaman tersebut, saya sudah terbiasa berdiri dan berada di depan kelas untuk menyampaikan materi. Namun dalam hal ini, materi yang saya berikan sangatlah berbeda dengan materi yang biasa saya sampaikan sebagai dewan pramuka. Hal ini tentu akan berpengaruh kepada cara saya menyampaikan materi. Materi yang saya berikan pada kesempatan ini adalah tentang Teks Prosedur.
Materi Teks Prosedur bukanlah materi yang asing bagi saya, karena materi ini sudah saya dapatkan dari SMP kelas 7 sampai dengan tingkat SMA kelas 12. Meskipun demikian, tetap saja saya harus mempelajari ulang tentang materi tersebut agar apa yang saya sampaikan ke siswa tidak keliru.

1.2       Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang sudah dipaparkan dan dari video yang sduah diambil pada saat saya menyampaikan materi, maka saya berusaha menentukan rumusan masalah yang akan dibahas, yaitu sebagai berikut.
1.      Apa kekurangan yang ada di dalam proses penerapan RPP dan penyampaian materi tersebut ?
2.      Apa kelebihan yang ada di dalam proses penerapan RPP dan  penyampaian materi tersebut ?


















BAB II
PEMBAHASAN
2.1       Kekurangan
            Dalam proses penyampaian materi yang ada di video, guru (saya) menyampaikan materi atau berbicara terlalu cepat, dinamika untuk menyampaikan materi kurang diatur sedemikian rupa. Pembagian waktu dari RPP yang sudah disiapkan juga belum terlaksana dengan baik. Hal ini terjadi karena beberapa faktor. Pertama, pada saat jam pelajaran Bahasa Indonesia sudah dimulai, proses belajar mengajar belum bisa dimulai karena ada kegiatan pemotretan lingkungan sekolah oleh kepala sekolah yang baru. Sehingga proses KBM terlambat sekitar 20 menit. Kedua, guru (saya) terlambat ke sekolah sekitar 30 menit dari jadwal yang sudah ditentukan.
            Dari video tersebut, terlihat juga kalau guru (saya) belum bisa menguasai panggung (kelas) secara keseluruhan. Masih terlihat gerogi dalam menyampaikan materi.


2.2       Kelebihan
            Pada proses penyampaian yang ada di video, guru (saya) terihat santai dalam memberikan materi, meskipun ada beberapa bagian yang masih terlihat buru-buru. Penyampaian materi yang diberikan juga sudah sesuai dengan RPP yang ada, meskipun dinamika waktunya tidak sesuai dengan RPP. Interaksi dengan siswapun terjalin dengan sangat baik, hal ini terlihat dari antusias siswa dalam memberikan contoh-contoh teks prosedur dalam kehidupan sehari-hari. Persiapan dari guru (saya) dalam menyampaikan materi sudah sangat baik, hal ini terlihat dari materi yang disampaikan sesuai dengan RPP dan Buku Paket yang ada, tidak terlihat guru (saya) lupa dalam penyampaiannya, hal ini menandakan kalau guru (saya) sudah siap dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar.



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Pendidikan bukanlah suatu hal yang baru di negara kita. Sukses atau tidaknya, maju atau mundurnya suatu negara itu bisa dilihat salah satunya dari sektor pendidikan. Dengan adanya pendidikan, diharapkan dapat menciptakan generasi-generasi yang berpendidikan atau berkarakter. maju atau tidaknya suatu bangsa bisa dilihat dari sektor pendidikannya. Guru sebagai pelopor pendidikan, sebagai pahlawan tanda jasa, hendaknya memberikan contoh dan didikian yang baik kepada siswanya. Karena tugas guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Semoga dengan adanya tugas ini, dari kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan yang ada di video itu, bisa menjadi acuan bagi guru (saya) untuk lebih baik lagi ketika suatu saat benar-benar menjadi seorang guru. Aamiin.

No comments:

Post a Comment

Naskah Drama "Balada Saridin"

Pemain : 1.       Saridin 2.       Aisyah 3.       Sari (teman Aisyah) 4.       Siti (teman Aisyah) 5.       Ayah Aisyah 6.  ...