Wednesday, June 1, 2016

SEJARAH DESA JUNTINYUAT, JUNTIKEBON DAN JUNTIKEDOKAN

SEJARAH DESA JUNTINYUAT, JUNTIKEBON DAN JUNTIKEDOKAN


Awal mula sejarah desa Juntinyuat belum diketahui dengan pasti. Cerita yang berkembang di masyarakat mengenai awal mula Juntinyuat cenderung bersifat legenda yang bercampur dengan cerita sejarah. Diceritakan bahwa Prabu Siliwangi sebagai raja Kerajaan Pajajaran mempunyai putra Walangsungsang, Nyi Larasantang dan Raja Sengara.
Ketiga putra Prabu Siliwangi ini pada suatu saat mengadakan perjalanan untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. Nyi Larasantang kemudian diperistri pejabat Mesir dan mempunyai anak Syarif Hidayat dan Syarif Ngaripin. Syarif Hidayat menuntut ilmu ke Mekah dan dititahkan ke Cirebon menemui uwaknya oleh sang ibu, yang bernama Walangsungsang atau Cakrabuana. Setelah usai belajar dan berhaji di Mekah, Syarif Hidayat kemudian pergi ke Cirebon lewat jalur darat melalui Tiongkok dan menetap sementara disana.
Di Tiongkok Syarif Hidayat bekerja sementara sebagai tabib yang bisa menyembuhkan segalamacam penyakit dan sangat terkenal. Raja Tiongkok yang bernama Titongki kemudian menguji keahlian Syarif Hidayat dengan disuruh menebak perut puterinya, apakah hamil atau tidak. Padahal puteri Raja Titongki tersebut sebenarnya tidak hamil karena belum bersuami yang ada diperutnya adalah bokor kuningan. Syarif Hidayat mengatakan bahwa putri Raja Titongki mengandung. Raja Titongki marah karena tahu bahwa Syarif Hidayat salah. Syarif Hidayat kemudian akan ditangkap tetapi berhasil melarikan diri dan menuju laut. Setelah itu putri Raja Titongki yang sebelumnya pura-pura hamil ternyata jatuh hati pada Syarif Hidayat dan kemudian menyusul ke Cirebon untuk mencari Syarif Hidayat. Raja Titongki merasa kehilangan anak, maka diutuslah beberapa punggawa di bawah pimpinan Dampu Awang membawa 2 gerobak perhiasan emas permata untuk bekal hidup sang putri ke Cirebon. Perjalanan Syarif Hidayat sampailah di Gunungjati dan bertemu dengan Syeh Datuk Qafi dan mendapat banyak ilmu tentang Islam dan juga bertemu dengan Walangsungsang sang uwak. Perjalanan putri raja Titongki pun sampai juga di jawa di pesisir Junti dan ditolong oleh Ki Ageng Junti dan diantar menemui Syarif Hidayat di Pakungwati dan menetap disana. Ki Ageng Junti mempunyai puteri yang bernama Nyi Ageng Junti dan membuat rumah di tegalan pantai Junti, disebelah selatannya ada orang berkebun, lokasi itu kemudian diberi nama Juntikebon dan disebelah baratnya terdapat kedokan air yang kemudian diperbaiki dan diperpanjang, lokasi itu kemudian diberi nama Juntikedokan. Di tepi laut ada pohon yang daunnya menyolok (nyongat) ke laut maka tempat itu dinamakan Juntinyuat.
Dampu Awang pun akhirnya mendarat di pesisir yang sama di Junti setelah sekian lamanya mencari sang putri, di pesisir Junti Dampu Awang menanyakan kemana arah Cirebon pada Ki Ageng Junti dan melihat puteri Ki Ageng Junti yang cantik berkulit kuning langsat. Dampu Awang pun tertarik dan ingin mengawini Nyi Ageng Junti. Ki Gedeng Junti merasa kurang enak jika langsung menolak lamaran Dampu Awang karena Nyi Ageng Junti tidak menyukai Dampu Awang yang gemuk dan tidak beragama Islam. Ki Ageng Junti membuat rencana penolakan halus dengan memberi syarat Dampu Awang harus bisa menembus pagar pekarangan rumah Ki Ageng Junti yang tersusun dari pohon bambu Ori selebar 1,5 m dalam waktu semalam. Dampu Awang menyanggupinya. Ia kemudian menyebarkan berita bahwa akan mengadakan tawur emas picis rajabrana pada penduduk desa Junti. Mendengar berita itu lalu berbondong-bondonglah penduduk Junti menuju di depan rumah Ki Ageng Junti. Begitu malam tiba, Dampu Awang mulai menabur recehan emas pada rumpun bambu yang memagari pekarangan Ki Ageng Junti itu. Penduduk berebut mendapatkan emas dengan cara menebas bambu ori tanpa tahu kenapa Dampu Awang berbuat seperti itu. Satu demi satu rumpun bambu itu jebol. Usaha Dampu Awang berhasil, akhirnya benteng pekarangan Ki Gedeng Junti bisa ditembus. Di mata Ki Ageng Junti, perlakuan Dampu Awang tersebut curang. Ia dan puterinya segera melarikan diri menuju gunung Sembung. Disuatu tempat di desa Sudimampir dalam pelariannya Nyi Ageng Junti terjerembab ke sawah karena kakinya menyangkut padi ketan hitam dan nyaris tertangkap. Nyi Ageng Junti meminta agar kelak warga desa Sudimampir dilarang menanam ketan hitam. Sesampainya di gunung Sembung mereka menemui Syeh Bentong untuk mohon perlindungan dari kecurangan Dampu Awang. Ki Ageng Junti berjanji akan menyerahkan puterinya agar diperisteri Syeh Bentong dan Syeh Bentong menyembunyikan Nyi Ageng Junti dipucuk pohon Gebang (ujunggebang). Pengejaran Dampu Awang sampai di Gunung Sembung dan bertemu Syeh Bentong yang kemudian terjadi perang mulut hingga perang fisik yang akhirnya dimenangkan Syeh Bentong. Akhirnya Syeh Bentong memperisteri puteri Ki Ageng Junti dan menetap di desa Ujunggebang.

Wisata pantai Limbangan

Sebagai sebuah kota yang berada di belahan utara Pulau Jawa, Indramayu menyimpan banyak potensi wisata pantai yang menarik. Salah satunya adalah sebuah pantai bernama Pantai Limbangan. Bagi Anda yang berkunjung ke pantai utara Pulau Jawa, Pantai Limbangan bisa menjadi pilihan untuk berekreasi. Dengan deburan ombaknya yang khas, pantai ini merupakan salah satu daya tarik wisata alam di Kabupaten Indramayu yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Anda dapat membawa peralatan piknik untuk lebih meresapi pengalaman wisata pantai Anda.

Disebelah kiri muara ada tempat pelelangan ikan, disitu kita bisa melihat bagaimana serunya melihat para nelayan mengeluarkan hasil tangkapannya.
Sayangnya keramaian seperti itu hanya terjadi dipagi hari. Tapi jangan khawatir pada siang hari juga kita bisa melihat aktifitas yang lain, kita bisa melihat para nelayan yang sedang membetulkan jaring, memperbaiki perahu, ibu-ibu yang sedang membarsihkan ikan dan bapak-bapak yang sedang menjemur ikan
Perahu-perahu yang berjejer di Muara ini adalah milik nelayan setempat dan dari nelayan yang ada di
sekitarnya seperti Lombang dan Junti.Karena sebagian penduduk yang ada di Kecamatan Juntinyuat selain bertani adalah nelayan.
Setelah kita melihat-lihat pemandangan yang ada di Muara Limbangan dan sekitarnya mungkin beristirah menikmati makan siang dengan aneka pilihan menu seafood sambil melihat ombak.
Tidak jauh dari Muara limbangan terdapat rumah makan Mina Ayu. Tepatnya brada di sebelah kanan Muara yaitu di tepi Laut desa Limbangan.

Wisata Pantai Karangsong

Potensi wisata di area Pantai Karangsong, Kecamatan Indramayu, saat ini mulai disukai wisatawan terutama wisatawan dalam negeri. Selain menikmati pemandangan pantainya yang indah, pengunjung juga bisa melihat kesibukan para nelayan yang sedang membongkar ikan yang ia tangkap dari laut. 

Pengunjung atau wisatawan juga bisa melihat aktivitas para pekerja dan pengrajin yang sedang membuat perahu atau kapal berukuran kecil dan besar sepanjang jalan menuju pantai Karangsong. Ini merupakan pemandangan langka yang tidak ditemui pada setiap pinggiran pantai di daerah Indramayu.


Selain itu para wisatawan saat ini sedang gandrung dengan mengunjungi hutan mangrove atau hutan bakau yang ada di sekitar pesisir Pantai Karangsong. Untuk menuju tempat wisata ini pengunjung harus menggunakan sarana transportasi berupa perahu. Untuk sekali jalan para pengunjung bisa menggunakan perahu tersebut dengan biaya sebesar Rp. 10.000 per orang. Kapasitas perahu tersebut hanya 5 sampai 7 orang. Tapi memang perahunya nelayan tersebut belum dilengkapi dengan fasilitas keselamatan untuk para pengunjung. 

Selain pengunjung yang ingin menikmati wisata hutan mangrove atau hutan bakau, banyak masyarakat yang menggunakan jasa perahu nelayan untuk memancing ke hutan mangrove tersebut karena seperti kita ketahui bersama bahwa hutan mangrove merupakan tempatnya udang dan ikan berukuran besar. Ini merupakan potensi wisata yang perlu dikembangkan dan mudah-mudahan para nelayan dan dinas pariwisata setempat bisa mendukung kegiatan ini. Tetapi  para pengunjung dan nelayan harus tetap menjaga keselamatannya. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir.








Wisata Pantai Tirtamaya

Sebagai sebuah kota yang berada di belahan utara Pulau Jawa, Indramayu menyimpan banyak potensi wisata pantai yang menarik. Salah satunya adalah sebuah pantai bernama Pantai Tirtamaya. Bagi Anda yang berkunjung ke pantai utara Pulau Jawa, Pantai Tirtamaya bisa menjadi pilihan untuk berekreasi. Dengan deburan ombaknya yang khas, pantai ini merupakan salah satu daya tarik wisata alam di Kabupaten Indramayu yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Anda dapat membawa peralatan piknik untuk lebih meresapi pengalaman wisata pantai Anda.
Objek Wisata Pantai Tirtamaya merupakan salah satu daya tarik wisata alam di Indramayu yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Dengan deburan ombaknya yang khas, pantai ini merupakan salah satu daya tarik wisata alam di Kabupaten Indramayu. Anda dapat membawa peralatan piknik untuk lebih meresapi keindahan wisata Pantai Tirtamaya, sekaligus berenang di Pantai Tirtamaya. Selain sebagai pemandian laut yang aman juga mempunyai panorama yang indah terutama pada saat terbit dan terbenamnya matahari.
Wisata pantai memang menyenangkan, apa lagi bermain air di pantai sungguh sangat menyenangkan sekali, namun anda juga harus berhati-hati saat di pantai jangan sampai anda terkena gigitan binatang laut seperti ubur ubur atau yang lainnya, dan tetap waspada saat berenang jangan sampai anda tenggelam atau terseret arus ombak, saat melintasi jalur pantura untuk orang yang pergi ke jawa dengan mobil pribadi atau bus biasanya anda melewati indramayu, dan di jalur pantura tersebut ada beberapa tempat yang jalanannya dekat laut salah satunya yaitu indramayu biasanya orang melihat kawasan wisata pantai tirtamaya.
Wisatawan yang biasa datang ke pantai ini memang tidak melakukan aktivitas snorkeling ataupun diving. Hal ini karena ombak yang ada di pantai ini cukup besar. Biasanya wisatawan yang datang sekedar untuk piknik, berenang, ataupun menikmati pemandangan matahari terbenam.
Pantai Tirtamaya di Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu termasuk salah satu obyek wisata yang relatif lebih dikenal masyarakat luas, dibandingkan obyek wisata pantai lainnya yang ada di Indramayu. Maklum, obyek Wisata Tirtamaya ini sejak dulu sudah dikelola Pemkab Indramayu melalui Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga.
Kondisi pantai laut Tirtamaya, yang saat ini semakin indah dan enak serta nyaman bagi para pengunjung, membuat pantai laut itu menjadi favorit warga untuk melakukan wisata laut bersama keluarga.





Wisata Pantai Dadap

Salah satu pantai yang ada di wilayah Kecamatan Juntinyunyat selain pantai glayem adalah Pantai Dadap atau yang lebih dikenal dengan sebutan Baro Dadap karena pantai dadap dikelilingi dengan Baro (batu atau tanggul penahan ombak). Pantai itu dahulu adalah pelabuhan yang biasa disinggahi oleh nelayan dari luar Juntinyuat maupun nelayan  setempat.

Pantai Dadap sangat cocok untuk dijadikan tempat wisata maupun tempat beristirahat  saat melakukan perjalanan mudi. Pada saat melakukkan perjalanan mudik  jangan terburu-buru saat melintas di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pantai ini berada di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat. Pantai Dadap cukup terkenal dengan sunsetnya yang paling indah di Indramayu.

Untuk bisa masuk ke dalam kawasan pantai, pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp 3.000. Itu pun dipergunakan untuk parkir kendaraan. Dalam pengelolaannya, Pantai Dadap memang belum tersentuh tangan investor. Maka jangan heran jika fasilitas yang ada juga seadanya.

Walaupun begitu, sebenarnya Pantai Dadap adalah objek wisata yang sangat menjajikan keindahan alam. Saat sore hari, banyak warga Indramayu berdatangan ke pantai ini. Sebagian besar dari mereka adalah remaja yang ingin menyaksikan sunset di Pantai Dadap.


Tidak seperti deretan pantai utara Jawa yang cenderung kotor, Pantai Dadap memiliki air yang cukup jernih. Bersantai di atas perahu sambil bercengkrama dengan warga lokal sepertinya bisa dijadikan pilihan.

Nah, saat matahari mulai tenggelam, cari posisi yang paling nyaman untuk menikmatinya. Pesanlah minuman segar di kios yang ada di dekat pantai untuk menemani Anda menikmati indahnya sunset. Duduk bersandar di tepi pantai sambil menikmati pemandangan sunset pasti bisa menghilangkan lelah yang Anda rasakan ketika melakukan perjalanan mudik.



Wisata Pantai Glayem Juntinyuat

Pantai Glayem, Juntinyuat

Salah satu pantai yang ada di wilayah Kecamatan Juntinyunyat adalah Pantai Glayem. Pantai itu dahulu adalah pelabuhan yang biasa disinggahi oleh nelayan setempat.Bahkan ada kepercayaan masyarakat setempat yang unik. Menurut kepercayaan itu nelayan yang singgah di pelabuhan itu ikan hasil tangkapannya akan lebih laris. Selain itu rasa  ikannya juga lebih enak.Pantai Glayem juga merupakan salah satu Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang cukup terkenal. Bahkan hasil tangkapan ikan di TPI Glayem ini diekspor sampai ke luar Indramayu. TPI Glayem ini dikelola oleh Koperasi Unit Desa Mina Sari (KUD Mina Sari) guna mensejahterakan para nelayan di sekitar wilayah Juntinyuat.

Pantai Glayem akan lebih ramai dipadati para pengunjung pada saat libur panjang.Di pantai itu tersedia tempat bermain untuk anak-anak, rumah makan dan tempat parkir yang nyaman. Bagi anda yang lupa membawa alas tempat duduk  bisa menyewa tikar dari para pemilik warung yang berjualan di situ. Harga sewa untuk satu tikar bisanya tidak lebih dari 10,000 rupiah.

Di pantai Glayem terdapat rumah makan yang terkenal yaitu Perdut. Selain itu ada juga warung-warung yang menyediakan makanan yang lain seperti bakso, mi ayam dan aneka cemilan. Bagi anda pecinta kopi di warung-warung penjual makanan bisanya juga menyediakan kopi.

Pada saat libur panjang biasanya ada acara panggung hiburan,yang biasanya diisi oleh artis-artis Pantura yang sudah terkenal. Para pengunjung di pantai Glayem bukan hanya dari wilayah Juntinyuat saja, tapi dari wilayah tiga Cirebon. Yang dimaksud wilayah tiga itu adalah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan. Selain disebut sebagai daerah wilayah tiga ada juga sebutan yang lain yaitu wilayah Ciayumajakuning.

Harga tiket masuk untuk satu orang itu 3000 Rp, kalau 1 motor ditumpangi oleh dua orang maka kita cukup membayar 5000 Rp untuk tiket masuk dan parkir motor.
Pantai wisata Glayem berada di jalan raya Juntinyuat kurang lebih 15-20  Km dari pusat  kota Indramayu.

Berikut beberapa foto yang dapat saya sajikan 






kumpulan syair Hendra Veejay

SYAIR CINTA 
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
[1]
~Rasa memiliki itu seperti sel Atau seperti fatamorgana ? Dia akan pecah dari satu menjadi seribu Tapi dia akan hilang kalau tersentuh sebelum waktu Maka kita tetap harus menyimpannya Suka atau tidak suka~ (Hendra Veejay)


[2]
~Alur sungai di pipi itu telah kering Tapi dia mungkin akan kembali Seiring waktu, seiring doa, seiring rasa~ (Hendra Veejay)


[3]
~Kenapa dunia tidak selalu seirama Saat harap… Saat lepas… Saat itu aku menggigil Karena dia yang datang bukan yang aku minta ……~ (Hendra Veejay)


[4]
~Sering kutanyakan dalam hati Mengapa kita semua harus terbangun Dari ranjang mimpi yang kita pilih sendiri Padahal aku enggan Karena hidup, bagiku tak seindah mimpi~ (Hendra Veejay)


[5]
~Berikan aku waktu sejenak untuk bernapas di sini Sebelum aku mati karena ikatan rindu Sebelum aku pulang lagi ke tempat dulu Sebelum… sebelum kau tahu Aku masih yang dulu~ (Hendra Veejay)


[6]
~Tanya itu jadi satu di kalbu Bersama rasa seirama surya~ (Hendra Veejay)


[7]
~Kini tapakku di atas dunia Hantarkan puja pada-Nya Seiring rasa… Dan tanya yang seketika ada~ (Hendra Veejay)


[8]
~Ya Allah, sudah waktu satu pertiga malam Betapa cepat waktu berlalu Tapi hidupku begitu pula Jika ini adalah ujian Yang harus aku tempuh Dengan tangan dan kaki yang lelah Maka akan aku jalani semua dengan Kesadaran tanpa batas~ (Hendra Veejay)


[9]
~Hari itu berlalu tertiup jam yang diganti menit dan menit pergi tak kembali Meninggalkan sesal dan detik terakhir yang tak mampu mengusir galau Jangan tanya mengapa Karena detik hanya detak jantung yang tak kembali Tak satupun ada yang ingin tertutup kabut namun jika angin salah sampaikan salam apakah berarti harus berlalu dalam diam? aku hanya ingin menyapa cinta pada bayangan yang semakin maya. Sungguh… aku tak ingin kehilangan mentari lagi… Maka kiranya diri-Mu ya Allah mencukupkan aku dengan segala ketentuan-Mu Sungguh, segala rasa yang ada hanyalah milik-Mu “La haula walaa quwwata illa billaahil ’aliyyul ‘azhim”~ (Hendra Veejay)


[10]
Kecewa ini tak pantas kubawa Entah pada siapa atau pada apa harus kutimpakannya Kecewaku kini tak bermuara Tak sanggup lagi mengadu luka Bahkan limpahkan rasa dalam air mata Tuhan… Perkenankan aku mati untuk sementara~ (Hendra Veejay)


SYAIR CINTA 2
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

[1]
~Aku bukan manusia suci Yang mencintai Penciptanya tanpa berbagi Aku manusia biasa Yang nyata perlu cinta dari hati ke hati~ (Hendra Veejay)


[2]
~Ajarkan aku menjadi naif Senaif dirimu yang mampu tersenyum dalam beban Atau setidaknya ajarkan aku lagi Untuk menerima tanpa harus hanyut~ (Hendra Veejay)


[3]
~Separuh nafas jiwaku kau minta Aku coba berkaca pada air mata Bertanya pada suara yang lelah Apa aku masih punya yang kau minta?~ (Hendra Veejay)


[4]
~Mungkin canda akan serba nyata Atau jelang senja lagi saat kita bersama Tertawa, dan bermain mata Cinta…? Sepertinya kan?~ (Hendra Veejay)


[5]
~Kuhadirkan kau ke dalam mimpi ini Untuk setia mendengar cerita perjalananku Tapi sampai saat ini kau hanya tersenyum Padahal aku ingin kau menjawab Mengapa aku masih harus mencintai kebaikan Yang pada akhirnya juga akan sirna…~ (Hendra Veejay)


[6]
~Masalah hanyalah sebentuk bumbu di kehidupan manusia, tapi seperti juga dalam masakan. Kalau terlalu banyak bumbu juga tidak akan terasa enak. Dan sekarang bumbuku juga terlalu banyak.~ (Hendra Veejay)


[7]
~Sosok biru menahan jiwa yang memang sudah ada Sosok lama yang hadir serupa kabut senja Aku tahu kau ada… Untuk siapa ?~ (Hendra Veejay)


[8]
~Aku kangen… Bukan padamu. Tapi pada jiwamu, Ketegaranmu, Kemisteriusanmu dan Sosokmu Tapi kau pilihanku.~ (Hendra Veejay)


[9]
~Tolong ceritakan padaku Apakah cinta masih punya arti bagi kita? Sedang nyata kita sudah terlelap Dalam remang bilik yang kita bangun sendiri~ (Hendra Veejay)


[10]
~Izinkan aku kecewa dalam kepasrahanku ini Kenapa aku tetap harus menyerah Pada barisan teka-teki-Mu Yang bernama takdir?~ (Hendra Veejay)
[11]


~Kala jejak sahabat menjauh Tanpa ujung dan rasa yang tersisa Kala mimpi ini tinggal separuh Sebab separuh terjepit di tapaknya Separuh lagi? Susah payah kuangkat di bahu ini~ (Hendra Veejay)


[12]

~Sebab cinta tetap cinta Sebening telaga atau air mata surga Sejalan dengan belati atau duri Itulah cinta, masih ada yang bertanya?~ (Hendra Veejay)

Naskah Drama "Balada Saridin"

Pemain : 1.       Saridin 2.       Aisyah 3.       Sari (teman Aisyah) 4.       Siti (teman Aisyah) 5.       Ayah Aisyah 6.  ...