Tuesday, January 23, 2018

MAKALAH SEJARAH KEWIRAUSAHAAN

Mata Kuliah: Kewirausahaan
Program BidangStudi/ Semester: PBSI / 3 A

Dosen Pengampu: Haris Azhar, S.Sos.,M.Si

Disusun oleh Kelompok 01 :
Dewi Dwiyanti
Ibnu Mubarok
Ikhwatun Nafisah
Rizky Pujiono
Titi Yuhana

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA (PBSI)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
NAHDLATUL ULAMA INDRAMAYU
(STKIP NU INDRAMAYU)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan dengan judulSejarah kewirausahaan”.
Dalam penyusunan makalah ini, penyusun mendapat masukan dan bimbingan dari berbagai pihak sehingga makalah ini bisa selesai. Untuk itu pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penyusun  menyadari bahwa banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penyusun. Untuk itu penyusun Mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi lebih baik laginya makalah ini.
Akhir kata, penyusun berharap agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya.


Indramayu,  September 2017

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Indonesia adalah sebuah negara yang besar dengan jumlah penduduk diperkirakan sebesar 250 juta jiwa pada tahun 2017 menurut perkiraan Badan Pusat Statistik Indonesia, 2017 dan merupakan negara nomor empat terbesar di dunia dalam hal jumlah penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu keuntungan jika ditinjau dari segi pasar yang besar untuk menopang perkembangan industri di dalam negeri dan merupakan kekuatan yang besar jika sumber daya manusia yang ada dikembangkan secara tepat. Di sisi lain dengan jumlah penduduk yang besar menyebabkan Pemerintah Indonesia menghadapi berbagai permasalahan sosial yang besar yakni menyediakan sarana pendidikan, pangan dan sandang, lapangan pekerjaan yang besar dan masalah lainnya.
Pertumbuhan penduduk yang terus bertambah setiap tahunnya akan menambah jumlah tenaga kerja sehingga jumlah lapangan pekerjaan yang harus disediakan harus terus ditingkatkan. Masalah utama dalam dunia ketenagakerjaan yang dihadapi adalah tingginya tingkat pengangguran karena pertambahan jumlah tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Data Badan Pusat Statistik Sumatera Utara tertanggal 02 Januari 2008 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Sumatera Utara menempati urutan keempat di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pada bulan Agustus 2007 di Sumatera Utara terdapat 571.334 orang penganggur.
Napitupulu (2009) menyatakan bahwa sampai saat ini sebanyak 82,2 persen lulusan perguruan tinggi bekerja sebagai pegawai. Lulusan perguruan tinggi cenderung menjadi pencari kerja dan sangat sedikit yang menjadi pencipta lapangan kerja. Masa tunggu lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan adalah selama enam bulan hingga tiga tahun hal ini menyebabkan terjadinya pengangguran terdidik yang tidak terhindarkan. Lebih lanjut Napitupulu menyatakan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pada bulan Februari 2008 tercatat 9,3 juta orang penganggur atau sebanyak 8,46 persen dari total penduduk Indonesia. Pengangguran di tingkat SD-SMP berjumlah 4,8 juta orang dan pengangguran jenjang sekolah menengah atas - universitas mencapai 4,5 juta orang.


1.2  Rumusan Masalah Penulisan
1.Apa itu pengertian kewirausahaan?
       2.Apa pengertian kewirausahaan menurut para Ahli?
3.Bagaimanakah sejarah kewirausahaan?
4.Apa manfaat kewirausahaan terhadap perkembangan zaman?
1.3  Tujuan Penulisan
1.Agar mengetahui pengertian kewirausahaan
2.Agar mengetahui sejarah kewirausahaan
3.Agar mengaetahui pandangan para Ahli tentang pengertian kewirausahaan
4.Mengetahui manfaat kewirausahaan dalam kehidupan sehari-hari












BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kewiraausahaan
Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidak pastian. Kewirausahaan berasal dari kata “wira” dan “usaha” serta diberi imbuhan “ke- dan –an”. Wira dapat diartikan sebagai ksatria, pejuang, pahlawan, atau gagah berani. Sedangkan usaha adalah bekerja atau melakukan sesuatu.
Kewirausahaan adalah sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif, bercipta, bersahaja dalam berusaha untuk  meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya, serta merupakan perilaku dinamis yang berani mengambil risiko.
2.2 Pengertian Kewirausahaan menurut para Ahli
Berikut adalah pengertian kewirausahaan menurut beberapa ahli:
a. Robin (1996) Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan.
b. Richard Cantillon (1775) Kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment), seorang wirausaha membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidak pastian.
c. Penrose (1963) Kegiatan kewirausahaan mencakup identifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi
d. Harvey Leibenstein (1968, 1979) Kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
e. Peter Drucker Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
f. Zimmerer Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan.
2.3 Sejarah Kewirausahaan

            Sejarah Kewirausahaan Entrepreneurship berkembang berdasarkan naluri, personal, dan alamiah karena pada zaman dahulu belum ada suatu konsep yang jelas tentang Entrepreneurship. Entrepreneurship berasal dari bahasa Perancis, sehingga terjemahannya sangat multiarti. Entrepreneurship adalah seseorang yang berusaha berpikir beda, seperti Marcopolo, Christopher Columbus, dan lain-lain. Columbus berpikir bahwa ada suatu keinginan untuk keluar dari keadaannya yang monoton sehingga ia terus mencari sesuatu yang berbeda dan baru. Entrepreneurship berkembang pesat saat revolusi industri yang diawali dengan penemuan mesin uap oleh James Watt. Kemudian diikuti penemuan-penemuan lainnya oleh Isaac Newton (teropong bintang), Louis Pasteur (vaksinasi dan antibiotok), Wright bersaudara (pesawat terbang), Marconi (radio), Graham Bell (telepon), Thomas Alfa Edison (telegraf, lampu, dan cikal bakal film), dan masih banyak lagi. Entrepreneurship muncul dari penemu-penemu dunia yang dimanfaatkan oleh orang yang mampu menjual dan memasarkan inspirasi atas penemuan tersebut untuk menjadi sebuah bisnis.
                 
2.3.1 Kewirausahaan pada Zaman Dahulu
            Wirausaha adalah seseorang yang mengambil resiko atas kesepakatan sejumlah uang yang telah ditentukan dalam kesepakatan tersebut.kewirausahaan adalah profesi yang cukup tua di dunia ini. Awalnya kewirausahaan didefinisikan secara sederhana. Pada zaman dahulu, orang sering memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yang berbeda dalam rangka melakukan pertukaran atau perdagangan yang biasa disebut go-between (Robert D,Phd. Entrepreneurship. 6th Edition. Boston: McGraw Hill). Ia melakukan kesepakatan kontrak kerja atas permintaan suatu barang (saat itu rempah-rempah) dengan seseorang yang akan ditukar (dibeli) dengan sejumlah uang atas hasil jerih payahnya. Awal dari kewirausahaan adalah contractor (orang yang melakukan kesepakatan kerja atas sejumlah pekerjaan yang ditentukan sebelumnya dengan kompensasi sejumlah uang yang segala risikonya ditanggung oleh penerima kontrak). Kewirausahaan pada zaman dahulu disebut risk taker (pengambil resiko). Kewirausahaan pada zaman dahulu dimotori oleh :
1. Keinginan untuk bertahan hidup (survival)
2. Berpikir kreatif untuk maju (creative thinking)
3. Berpikir untuk menemukan sesuatu yang lebih baik dengan mengembangkan apa yang ia punyai (improvement)
4. Berpikir visioner untuk menemukan sesuatu yang baru dan berbeda (inventor)
5. Muncul ide melahirkan sebuah ilmu pengetahuan dalam tujuan mencari nafkah hingga menjadi sebuah bisnis
6. Cikal bakal ilmu pengetahuan kewirausahaan, yaitu selling is the core of entrepreneurial skill dan menjadi sebuah ilmu untuk menjadi kaya dan sukses yang sudah ada sejak dulu.

2.3.2 Kewirausahaan pada Abad Pertengahan (sebelum Abad 17)
            Sejak ditemukannya mesin uap oleh James Watt, era industri telah menggantikan era agro (pertanian massal). Namun , sebelum itu wirausahaan adalah orang yang mampu mengendalikan , mengatur, dan mengoptimalkan sumber dayanya dalam sebuah proyek yang ia kuasai untuk mendapatkan suatu imbalan tertentu dalam konsep produksi. Perbedaan kewirausahaan pada zaman dahulu terletak pada konsep produksinya (berbasis produksi dan penjualan).
2.3.3 Kewirausahaan pada Abad 20
            Kewirausahaan adalah orang yang mempunyai pengalaman, keahlian , dan kemampuan untuk mengorganisasikan sebuah usaha , baik dari awal atau yang sudah berjalan untuk tujuan pribadi, yaitu kemakmuran. Unsur yang membedakannya adalah kemampuannya untuk berani menanggung semua risiko baik modal, waktu, dan nama baiknya yang sebelumnya tidak dilakukan termasuk dengan memanfaatkan teknologi. Pada zaman sebelumnya, modalnya bersifat modal gabungan (venture capital) tetapi sekarang belum tentu modalnya bersifat gabungan/ bersama-sama (bisa sendiri/individu atau partnership). Contoh Microsoft , IBM, Appel , Dell , dan lain-lain. Kewirausahaan pada Abad 21 Pada adab ini, kewirausahaan sudah lebih dari sekedar mengorganisasi karena bisa terdiri dari pencipta (creator), pemodal (inventor), dan pelaku inovasi (innovator). Pada zaman ini, yang menjadi tulang punggung kesuksesan dari sebuah bisnis adalah kreativitas seorang wirausahawan itu sendiri.

2.4  Pentingnya Kewirausahaan
            Di dalam keragaman definisi mengenai kewirausahaan pada hakikatnya terkandung suatu gagasan yang sama dan cenderung semakin diakui oleh berbagi pihak, terutama yang berkenaan dengan : penciptaan (creating), kebaruan (newness) , dan pengambilan resiko (risk taking). Sehubungan dengan hal itu , kewirausahaan nampak semakin diakui sebagai suatu penggerak pertumbuhan ekonomi , inovasi , peningkatan produktivitas , dan lapangan pekerjaan , serta telah diterima secara luas sebagai aspek penting dalam dinamika perekonomian , yang mencakup lahir dan matinya suatu perusahaan, serta pertumbuhan perusahaan.  



BAB III
PENUTUP
Simpulan
    Kewirausahaan adalah sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif, bercipta, bersahaja   dalam berusaha untuk  meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya, serta merupakan perilaku dinamis yang berani mengambil risiko.
    Kewirausahaan pada zaman dahulu dimotori oleh :
1. Keinginan untuk bertahan hidup (survival)
2. Berpikir kreatif untuk maju (creative thinking)
3. Berpikir untuk menemukan sesuatu yang lebih baik dengan mengembangkan apa yang ia punyai (improvement)
4. Berpikir visioner untuk menemukan sesuatu yang baru dan berbeda (inventor)
5. Muncul ide melahirkan sebuah ilmu pengetahuan dalam tujuan mencari nafkah hingga menjadi sebuah bisnis
6. Cikal bakal ilmu pengetahuan kewirausahaan, yaitu selling is the core of entrepreneurial skill dan menjadi sebuah ilmu untuk menjadi kaya dan sukses yang sudah ada sejak dulu. 


DAFTAR PUSTAKA

http://rahmadsalehangkat12.blospot.co.id/2014/12/sejarah-kewirausahaan.html
https://tiyaminozz.wordpress.com/2014/03/30/sejarah-dan-pengertian-kewirausahaan/

MAKALAH PERENCANAAN ORGANISASI KEWIRAUSAHAAN

Mata Kuliah: Kewirausahaan
Program Bidang Studi/ Semester: PBSI / 3 A

Dosen Pengampu: Haris Azhar, S.Sos.,M.Si

Disusun oleh Kelompok 02 :
Rudiyanto
Sintiyah
Siti Fatonah
Wasiri



PROGAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
NAHDLATUL ULAMA INDRAMAYU
(STKIP NU INDRAMAYU)

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan dengan judul “Perencanaan Organisasi Kewirausahaan”.
Dalam penyusunan makalah ini, penyusun mendapat masukan dan bimbingan dari berbagai pihak sehingga makalah ini bisa selesai. Untuk itu pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi lebih baik laginya makalah ini.
Akhir kata, penyusun berharap agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya.


Indramayu,   November 2017

Penyusun
 BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang Penulisan
Kewirausahaan adalah padanan kata dari entrepreneurship dalam bahasa Inggris, unternehmer dalam bahasa Jerman, ondernemen dalam bahasa Belanda. Sedangkan di Indonesia diberi nama kewirausahaan . Kata entrepreneur berasal dari bahasa Perancis yaitu entreprende yang berarti petualang, pengambil risiko, kontraktor, pengusaha (orang yang mengusahakan suatu pekerjaan tertentu), dan pencipta yang menjual hasil ciptaannya.
Entrepreneurship adalah suatu kemampuan untuk mengelola sesuatu yang ada dalam diri Anda untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan agar lebih optimal (baik) sehingga bisa meningkatkan taraf hidup Anda dimasa mendatang.
Seorang wirausahawan sebelum melakukan kegiatan wirausaha, hendaknya melakukan atau menyusun perencanaan dan strategi untuk melakukan organisasi kewirausahaan agar kegiatan usaha berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan.

1.2              Rumusan Masalah Penulisan
1. Bagaimana karakteristik perencanaan ?
2. Apa saja jenis-jenis perencanaan ?
3. Apa saja tingkatan perencanaan dan manajemen ?
4. Bagaimana pendekatan-pendekatan di dalam perencanaan ?
5. Apa yang dimaksud rencana ?
6. Apa saja jenis-jenis rencana ?
7. Apa saja alat-alat yang digunakan untuk mendukung perencanaan ?






1.3              Tujuan Penulisan
            1. Mengetahui karakteristik perencanaan.
2. Mengetahui jenis-jenis perencanaan.
3. Mengetahui tingkatan perencanaan dan manajemen.
4. Mengetahui pendekatan-pendekatan di dalam perencanaan.
5. Mengetahui yang dimaksud rencana.
6. Mengetahui pa saja jenis-jenis rencana.
7. Mengetahui alat-alat yang digunakan untuk mendukung perencanaan.























BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Karakteristik Umum Perencanaan
Perencanaan adalah sebagai perkembangan sistematis dari program tindakan yang ditujukan pada pencapaian tujuan bisnis yang telah disepakati dengan proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang di prediksi terlebih dahulu.
Tujuan Perencanaan :
Tujuan yang mendasar dari perencanaan adalah membantu organisasi mencapai tujuannya.Tanpa adanya perencanaan biasanya disertai dengan tidak adanya koordinasi dan timbulnya ketidak efisienan. Ada dua maksud dari tujuan perencanaan, yaitu :
1.      Perlindungan
Meminimisasi resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan.
2.      Kesepakatan
Meningkatkan tingkat keberhasilan dalam organisasi.
Kerugian dan Keuntungan Perencanaan
Program perencanaan mempunyai banyak keuntungan, yaitu :
1.      Membantu Wirausahawan Berorientasi ke Masa Depan
Wirausahawan dipaksa untuk melihat keeluar dari masalah hariannya yang normal untuk memproyaksikan apa yang akan mereka hadapi di masa mendatang.
2.      Koordinasi Keputusan
Keputusan hendaknya tidak dibuat sekarang tanpa adanya gagasan tentang bagaimana ia akan mempengaruhi keputusan yang harus dibuat sekarang. Fungsi perencanaan bisa membantu wirausahawan dalam usahanya mengkoordinasikan keputusan.
3.      Perencanaan Menekankan Tujuan Operasional
Tujuan organisasi adalah perencanaan, wirausahawan secara konstan di ingatkan dengan apa yang ingin dicapai organisasi mereka.Jika funsi perencanaan tidak dilaksanakan dengan baik dalam organisasi, mungkin akan menimbulkan kerugian-kerugian. Penekanan pada program perencanaan akan memakan banyak waktu manajemen. Manajemen harus membagi antara waktu yang digunakan untuk perencanaan dengan waktu yang digunakan untuk fungsi manajemen lainnya seperti pengorganisasian, mempengaruhi, dan pengawasan.

2.2  Jenis – Jenis Perencanaan

1.      Perencanaan strategis
Perencanaan ini adalah perencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi secara menyeluruh. Wirausahawan memandang organisasi sebagai suatu unit total dan memutuskan apa yang hendak dilakukannya dalam jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasinya.
2.      Perencanaan taktis
Perencanaan ini adalah perencanaan jangka pendek yang menekankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan. Wirausahawan menggunakan sistem rencana ini untuk menguraikan apa yang harus dilakukan oleh berbagai bagian organisasi untuk mencapai keberhasilan dalam kurun waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun.
2.3  Perencanaan dan Tingkatan Manajemen
Perencanaan (planning) merupakan proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara mencapainya. Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai sebelum melakukan proses-proses perencanaan.Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan ekternal yang berubah dinamis.
Salah satu maksud dibuat perencanaan adalah melihat program-program yang akan dijalankan untuk meningkatkan kemungkinan tercapainya tujuan-tujuan organisasi di waktu yang akan datang. Perencanaan organisasi harus aktif, dinamis, berkesinambungan dan kreatif, sehingga manajemen tidak hanya bereaksi terhadap lingkungannya, tapi lebih menjadi peserta aktif dalam dunia usaha.
Kegiatan dalam fungsi perencanaan:
1.      Menetapkan tujuan dan target pemasaran atau bisnis
2.      Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
3.      Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
4.      Menetapkan standar atau indikaor keberhasilan dan target bisnis

Pentingnya Perencanaan Dalam Manajemen :
1.      Tujuan menjadi jelas dan terarah
2.      Menolong mengidentifikasikan berbagai hambatan dan peluang
3.      Membantu pekerjaan menjadi lebih efisien dan efektif
4.      Perencanaan sendiri dapat diartikan aktivitas pengawasan
5.      Perencanaan juga membantu untuk mengurangi resiko dan ketidakpastian

Tingkatan Manajemen
Setiap manajer pada tingkat yang berbeda berurusan dengan hal-hal yang berbeda pula. Salah satu cara mengambarkan perbedaan itu adalah dengan mengelompokkan para manajer sebagai berikut:
1.      Kelompok Eksekutif
Para eksekutif menangani hubungan perusahaan dengan lingkungan luarnya.Mereka menangani persoalan-persoalan yang berkaitan dengan posisi perusahaan, kebutuhan pelanggan, dan masyarakat.
2.      Manajer Menengah
Memusatkan perhatian pada perencanaan dan menjaga pengoperasian sistem dan prosedur di dalam perusahaan.Tugas mereka adalah memastikan bahwa perusahaan beroperasi secara efektif dan efisien.Setiap unit bekerja secara sinkron untuk mencapai tujuan perusahaan.

3.      Manajer Supervisi
Para supervisor berurusan dengan pelaksanaan pekerjaan secara langsung dengan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas melalui pengarahan dan balikan (feedback) yang efektif dan efisien.
2.4 Pendekatan – Pendekatan dalam Perencanaan
1.      Bottom up approach, artinya penyusunan dimulai atau diusulkan dari bawah.
2.      Top down approach, artinya penyusunan dimuali atau ditetapkan dari atas.
3.      Interactive approach, yang berarti rencana disusun bersama-sama.
4.      Dual-level approach, yang berarti masing-masing menyusun rencana kemudian diselaraskan.

2.5 Rencana
Rencana adalah suatu tindakan tertentu yang diusulkan untuk membantu organisasi mencapai tujuannya. Perencanaan, proses evaluasi semua informasi yang relevan, dan penilaian perkembangan masa depan yang mungkin, menghasilkan suatu pernyataan mengenai arah tindakan yang direkomendasikan suatu rencana. Tanpa memandang berapa pentingnya Intuisi yang berhubungan dengan pengalaman dari seorang wirausahawan tindakan dan strategi manajemen yang diharapkan berhasil di umumnya didasarkan pada Reason.Suatu rencana mempunyai 4 Dimensi besar.yaitu :

1.      Perulangan
Dimensi Perulangan menguraikan jangka dimana suatu rencana digunakan dari waktu kewaktu.Beberapa rencana khususnya dirancang untuk satu situasi tertentu yang relative jangka pendek dan pada dasarnya tidak berulang-ulang.
2.      Waktu
Dimensi Waktu dari suatu Rencana adalah jangka dari periode yang diliput oleh rencana tersebut.Rencana strategis adalah rencana jangka panjang.sementara rencana taktis adalah rencana jangka panjang, sementara rencana taktis meliputi periode jangka pendek.
3.      Jangkauan
Dimensi Jangkauan dimensi menguraikan bagian dari system manajemen total dalam mana rencana tersebut di tunjukan. Sebagian besar system manajemen yang diliputi suatu rencana semakin besar jangkauan tersebut.
4.      Tingkatan
Dimensi tingkatan dari suatu rencana menunjukan tingkatan organisasi dimana rencana tersebut ditunjukan.Rencana tingkat atas puncak adalah tingkatan yang direncanakan atas manajemen puncak,sementara tingkatan menengah dan bawah dirancang untuk manajemen menengah dan bawah.
2.6  Jenis – Jenis Rencana
1.      Rencana Tetap
Kebijaksanaan-kebijaksanaan adalah rencana tetap yang memberi garis pedoman luas bagi penyaluran pemikiran manajemen pada arh tertentu. Sebagai akibat dari ”pemikiran yang tersalurkan, manajemen dituntun ke arah pengambilan tindakan yang konsisten dengan pencapaian tujuan organisasional. Suatu kebijakan pada hakikatnya adalah suatu ekspresi umum dari maksud manajemen pada tindakan apa sebaiknya diambil untuk mencapai tujuan organisasional.
Prosedur adalah rencana tetap yang menguraikan serangkaian tindakan yang berhubungan yang harus diambil untuk menyelesaikan tugas tertentu. Prosedur menguraikan tindakan yang lebih spesifik dibandingkan kebijaksanaan. Organisasi biasanya memiliki perangkat prosedur yang berbeda yang meliputi berbagai tugas yang harus diselesaikan.
Aturan-aturan adalah rencana tetap yang merancang suatu tindakan tertentu yang diperlukan. Pada hakikatnya, sebuah aturan menunjukan apa yang harus dilakukan oleh organisasi dan apa yang tidak boleh dilakukan. Sebuah aturan dengan tepat menguraikan tindakan apa yang diinginkan dan karenanya tidak memberi ruang bagi penfsiran.
2.      Rencana Sekali Pakai
Program adalah rencana sekali pakai untuk melaksanakan suatu proyek khusus dalam suatu organisasi. Proyek itu umumnya tidak dimaksudkan untuk mempunyai keberadaan dalam organisasi. Akan tetapi, program itu memiliki keberadaan untuk mencapai tujuan yang jika bisa diselesaikan akan membantu keberhasilan jangka panjang dari perusahaan.
Anggaran adalah rencana sekali pakai yang meliputi jangka waktu tertentu. Anggaran perusahaan adalah anggaran mendetail tentang bagaimana dana akan dibelanjakan pada tenaga kerja, bahan mentah, barang modal, dan lain sebagainya maupun pada bagaimana dana unutk pengeluaran tersebut akan diperoleh. Walaupun anggaran adalah peralatan perencanaan yang anggaran juga merupakan strategi pengawasan organisasional.
2.7  Alat – Alat Perencanaan
Alat-alat perencanaan merupakan teknik yang digunakan wirausahawan untuk membantu mengembangkan rencana-rencana. Adapun alat-alat perncanaan tersebut adalah :
1.      Peramalan (forecasting)
Adalah teknik prediksi terjadinya lingkungan masa depan yang akan mempengaruhi operasi organisasi. Arti penting dari peramalan terletak pada kemampuannya untuk membantu wirausahawan mengerti dengan lebih baik perbaikan masa depan dari lingkungan organisasional, yang pada gilirannya membantu wirausahawan untuk merumuskan rencana-rencana yang lebih efektif.
2.      Metode Analisa Runtun Waktu ( time series analysis method )
Metode analisia runtun waktu memprediksi penjualan dimasa mendatang dengan menganalisa hubungan historis antara waktu dan penjualan
3.      Penjadwalan (scheduling)
4.      Peta Gannt (Gannt Chart)
Peta Gannt adalah peralatan penjadwalan yang dikembangkan oleh Henry L. Gannt. Peta ini pada dasarnya berbentuk diagram balok (bar graph) dengan waktu pada sumbu horisontal dan sumber daya yang pada sumbu vertikal.
5.      Jalur Kritis (CriticalPath)
Jalur kritis adalah rangkaian dari peristiwa dan aktivitas yang memerlukan periode waktu paling lama untuk diselesaikan.Jalur ini dinamakan jalur kritis karna penundaan pada waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan rangkaian ini akan menyebabkan penundaan pada proyek.











BAB III
PENUTUP
Simpulan
Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana organisasi bisa mencapaitujuannya. Perencanaan adalah proses menentukan dengan tepat apa yang akan dilakukan organisasi untuk  mencapai tujuannya
Aktivitas perencanaan bisa dibagi menjadi dua:perencanaan taktis dan perencanaan strategis. Perencanaan strategis adalahperencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi  secara keseluruhan.Perencanaan taktis adalah perencanaan jangka pendek yang menenkankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan,jangka pendek adalah kurun waktu kedepan yang berkisar satu tahun atau kurang.
Tiga pendekatan atau filasafat dasar untuk melaksanakan fungsi perencanaan adalah: Pendekatan probalitas tinggi, pendekatan maksimisasi, danpendekatan adaptasi.
Suatu rencana adalah suatu tindakan tertentu yang diusulkan untuk membatu organisasi mencapai tujuannya. Suatu rencana mempunyai empat dimensi besar. Yaitu dimensi perulangan, dimensi waktu, dimensi jangkauan, dan dimensi tingkatan. Rencana-rencana organisasional biasanya dibagi menjadi dua tipe. Rencana tetap dan rencana sekali pakai.
Alat-alat perencanaan adalah teknik yang bisa di gunakan oleh wirausahawan untuk membantu mengembangkan rencana-rencana.

Daftar Pustaka

Naskah Drama "Balada Saridin"

Pemain : 1.       Saridin 2.       Aisyah 3.       Sari (teman Aisyah) 4.       Siti (teman Aisyah) 5.       Ayah Aisyah 6.  ...